Kamis, 30 Oktober 2014

Kalimat Efektif


KATA PENGANTAR
Segala puji penulis ucapkan kepada Allah  yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan makalah ini, kemudian Sholawat dan Salam kepada nabi Muhammad  selaku junjungan kita yang selalu kita harapkan syafaatnya.
Bahasa merupakan alat untuk berintraksi dan berkomunikasi dengan baik kepada sesama manusia, bahasa merupakan budaya yang terus berkembang sesuai kondisi zaman yang ada, sebab bahasa itu akan berubah sesuai keadaan masyarakat yang menggunakan bahasa itu sendiri.
Dikarenakan kepentingan bahasa itulah maka penulis pada kali ini akan membahas tentang kalimat efektif, sebab tidak semua ucapan yang digunakan setiap harinya belum tentu benar sesungguhnya seperti yang telah diatur dalam tata bahasa yang ada, semoga tulisan makalah ini berguna bagi pembaca sekalian, terutama bagi mahasiswa.








BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipakai oleh masyarakat. Dalam bahasa terdapat ide, gagasan
pikiran, dan perasaan yang mewakili diri seseorang. Setiap gagasan pikiran atau konsep yang dimiliki seseorang pada prakteknya harus dituangkan kedalam bentuk kalimat.
Kata-kata yang digunakan dalam membentuk kalimat haruslah dipilih dengan tepat. Kalimat yang  jelas dan baik akan mudah dipahami orang lain. Kalimat yang demikian disebut dengan kalimat efektif. Sebuah kalimat efektif haruslah secara tepat dapat mewakili keinginan penulis, oleh karena itu harus disusun secara sadar untuk mencapai daya informasi yang diinginkan oleh penulis terhadap pembacanya. Melalui kalimat efektif dapat disampaikan gagasan pikiran, ide dan pendapat dengan tepat ke dalam kalimat yang
bersih sehingga orang lain akan dengan tepat dapat menerima seperti yang diharapkan. Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila mencapai sasarannya dengan baik sebagai alat komunikasi.
Keterampilan menggunakan perangkat kebangsaan dalam menulis merupakan keterampilan pokok yang harus dimiliki, disamping keterampilan menyajian dan keterampilan menata perwajahan. Tanpa kemauan menggunakan bahasa, mustahil dapat mencapai suatu tulisan yang baik.
Makalah ini penulis buat untuk menambah wawasan calon pendidik dalam menyusun berbagai karangan/tulisan ilmiah, yang keseluruhannya menggunakan kata-kata/bahasa, kalimat yang sesuai dengan penggunaan yang tepat.



B.     Rumusan dan Batasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan bahwa rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
a.       Apa pengertian kalimat efektif?
b.      Seperti apa ciri-ciri kalimat efektif?
c.       Bagaimana penggunaan kalimat efektif?

2.      Batasan Masalah
Dari latar belakang dan rumusan masalah di atas dapat disimpulkan bahwa batasan masalahnya adalah sebagai berikut:
a.       Pengertian Kalimat Efektif
b.      Ciri-ciri Kalimat Efektif
c.       Penggunaan Kalimat Efektif
C.     Tujuan Penulisan
Dari latar belakang di atas, maka  penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1.      Agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia sehingga menjadi  baik dan benar
2.      Mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa
3.      Menjaga kemurnian bahasa Indonesia





BAB II
PEMBAHASAN
MENGGUNAKAN KALIMAT EFEKTIF DAN
MEREVISI KALIMAT EFEKTIF

A.     Pengertian dan Ciri Kalimat Efektif
1.      Pengertian
Kalimat Efektif berasal dari dua kata, kalimat yang berarti kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.[1] Poerwadarminta mengartikan Kalimat lebih detail, yaitu: sepatah kata atau sekelompok kata yang merupakan suatu kesatuan yang mengutarakan suatu pikiran atau perasaan.[2] Dalam formulasi lain, kalimat dapat didefenisikan sebagai wujud dari perasaan, sikap, dan pikiran si pengarang yang akan di komunikasikan dalam bentuk bahasa tulis.[3] Kata kedua adalah Efektif, yaitu: tepat; manjur; mujarab; tepat guna.[4]
Kalimat efektif menurut terminologi adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif  adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.
Kalimat dapat dikatakan efektif bila dirasa hidup dan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar dalam menangkap informasi yang ada dalam kalimat.
Kalimat yang efektif  mempersoalkan bagaimana ia dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan pengarang/pembicara, bagaimana ia dapat mewakilinya secara segar, dan sanggup menarik perhatian pembaca dan pendengar terhadap apa yang dibicarakan.[5] Kalimat efektif juga mampu berusaha agar gagasan pokok selalu mendapat tekanan dalam pikiran para pembaca.
Jadi kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat berikut:
a.       Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.
b.      Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan pembicara atau penulis.
Keraf[6] menyatakan bahwa kita memerlukan syarat-syarat lain untuk dapat membuat kalimat yang efektif, yakni: kesatuan gagasan, koherensi yang kompak, penekanan, variasi, paralelisme, dan penalaran. Sementara menurut Akhadiah[7] ciri kalimat yang efektif adalah kesepadanan dan kesatuan, kesejajaran bentuk (paralelisme), penekanan, kehematan dalam menggunakan kata, dan kevariasian dalam struktur kalimat. Tetapi dalam makalah ini kita hanya akan membahas salah satu unsur dalam membenuk kalimat efektif, yakni penalaran atau logika.

2.      Ciri-ciri Kalimat Efektif
Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri khas, yaitu: Kesepadanan struktur, Keparalelan bentuk, Ketegasan makna, Kehematan kata, Kecermatan Pernalaran, Kepaduan gagasan, dan Kelogisan bahasa.[8]
a.      Kesepadanan
Kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai.[9] Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya.
Contoh:
1)      Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah (Salah)
2)      Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah (Benar)
b.      Keparalelan
Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba.
           Contoh:
1)      Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. “kalimat ini tidak mempunyai kesejajaran, karena dua kata yang mewakili predikat terjadi dari bentuk yang berbeda, yaitu: dibekukan, dan kenaikan. Kalimat ini dapat diperbaiki dengan: Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.
c.       Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Ada berbagai cara untuk melakukan penekanan dalam kalimat.
1)      Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat. ”Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya”, penekanannya ialah Presiden mengharapkan.[10]
2)      Membuat urutan kata yang bertahap, “bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar”, seharusnya: “Bukan seratus, seribu, sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar”.
3)      Melakukan pengulangan kata, “Saya suka akan kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka”.
4)      Melakukan pertentangan ide terhadap yang ditonjolkan, “anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur”.
5)      Menggunakan partikel penekanan, “saudaralah yang bertanggung jawab”.
d.      Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Ada beberapa yang kriteria yang perlu diperhatikan.
1)      Menghilangkan pengulangan subjek, “karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu”, dapat diperbaiki dengan “karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu”.
2)      Menghindarkan pemakaian super ordinat pada hiponimi kata, “ia memakai baju warna merah”, dapat diperbaiki dengan “ia memakai baju merah”. Karena kata merah sudah mencakupi kata warna.
3)      Menghindarkan kesinoniman, “dia hanya membawa badannya saja”, dapat diperbaiki dengan “dia hanya membawa badannya”. Karena kata hanya bersinonim dengan saja.
4)      Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak, “para tamu-tamu (tidak baku)”, “para tamu (baku)”.
e.      Kecermatan[11]
Cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda, dan tepat dalam pilihan kata. “Mahasiswa Perguruan Tinggi yang terkenal itu menerima hadiah”, kalimat ini memiliki makna ganda, yang terkenal itu Mahasiswa atau Perguruan Tinggi?. Jadi, dapat diperbaiki dengan “Mahasiswa dari Perguruan Tinggi terkenal itu menerima hadiah”.
f.        Kepaduan
Kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah



.
B.     Penggunaan Kalimat Efektif
Kalimat efektif dalam bahasa Indonesia dapat digunakan kepada beberapa hal, di antaranya:[12]
1.      Memperhatikan bentuk Gramatikal, contoh: kami semua menghadiri rapat  di kantor. kata “semua” telah menunjukkan jamak (berarti jamak) sehingga tidak memerlukan kata “semua”. jadi, kalimat efektifnya adalah: kami menghadiri rapat di kantor.
2.      Tidak menggunakan kata secara berlebihan dan bertumpang tindih. contoh: pada saat banjir yang telah lalu, mereka juga menerima bantuan Sembako. penggunaan kata “pada saat” dan “telah berlalu” pada kalimat di atas terlalu berlebihan, jadi, seharusnya digunakan salah satu saja, contoh: saat banjir yang lalu, mereka juga menerima bantuan Sembako.
3.      Tidak menggunakan kata depan berlebihan, contoh: selain daripada itu, masih banyak lowongan kerja. kata depan “daripada” tidak perlu dipakai karena penggunaan kalimatnya tidak jelas dan sebaliknya, seperti “selain itu, masih banyak lowongan kerja”.[13]







BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Kalimat Efektif berasal dari dua kata, kalimat yang berarti kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan. Poerwadarminta mengartikan Kalimat lebih detail, yaitu: sepatah kata atau sekelompok kata yang merupakan suatu kesatuan yang mengutarakan suatu pikiran atau perasaan. Dalam formulasi lain, kalimat dapat didefenisikan sebagai wujud dari perasaan, sikap, dan pikiran si pengarang yang akan di komunikasikan dalam bentuk bahasa tulis. Kata kedua adalah Efektif, yaitu: tepat; manjur; mujarab; tepat guna.
Kalimat yang efektif  mempersoalkan bagaimana ia dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan pengarang/pembicara, bagaimana ia dapat mewakilinya secara segar, dan sanggup menarik perhatian pembaca dan pendengar terhadap apa yang dibicarakan. Kalimat efektif juga mampu berusaha agar gagasan pokok selalu mendapat tekanan dalam pikiran para pembaca.
Ciri-ciri Kalimat Efektif
1.      Kesepadanan
2.      Keparalelan
3.      Ketegasan
4.      Kehematan
5.      dll
B.     Saran
Demi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun demi perbaikan makalah ini di kemudian hari.


DAFTAR PUSTAKA
Arifin. E. Zaenal dan S. Amran Tasai, 2010. Cermat Berbahasa Indonesia, Jakarta : Akademika Presindo.
Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Hamid. Farida, Kamus Ilmiah Populer Lengkap, Surabaya: Penerbit Apollo.
Keraf, Gorys. 2004. Komposisi. Semarang: Jakarta: Nusa Indah.
Poerwadarminta. W.J.S., 2002.  Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Sabakti. Alkadiah, dkk. 1991. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa     Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Triana. Hetti Waluati, Bahasa Indonesia Dalam Komunikasi Ilmiah. IAIN IB.
cicoko.blogspot.com/zora/09/penggunaankalimatefektifdalambahasa.html.


0 komentar:

Poskan Komentar