Selasa, 08 September 2015

DESAIN TUJUAN PEMBELAJARAN PAI


PENDAHULUAN

Belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat Pembelajaran merupakan proses transfer ilmu yang melibatkan sistem dalam dunia pendidikan yaitu; guru/pendidik, peserta didik, materi, tujuan dan alat. Dalam pembelajaran yang didesain atau direncanakan haruslah efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan diterima dengan baik oleh peserta didik sehingga  tujuan nasional pendidik mampu dicapai dengan baik
Dalam pembelajaran dan pendidikan seiring dengan berkembangnya pendidikan dan sistem pendidikan di Indonesia, seluruh elemen masyarakat, utamanya yang terkait langsung dengan pendidikan dituntut untuk lebih kreatif dan profesional untuk mengembangkan pendidikan. Selain itu, para pelaku pendidikan juga diharapkan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan.
Untuk itulah perlu adanya cara atau metode untuk menjawab tantangan-tantangan yang muncul seiring dengan berkembangnya waktu, maka muncullah cara atau metode yang disebut perencanaan dan desain pembelajaran yang diharapkan akan lebih memudahkan proses belajar mengajar, dan khususnya yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam.
Maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai fungsi desain pembelajaran yang merupakan hal penting dalam suatu proses pembelajaran, kurikulum sebagai sebuah kebijakan dalam pendidikan, dan perencanaan pembelajaran yang juga tidak kalah penting dalam suatu proses pembelajaran itu sendiri.




PEMBAHASAN
DESAIN TUJUAN PEMBELAJARAN

            A.    Pengertian Desain Tujuan Pembelajaran
Pada  desain pembelajaran semua itu bagian suatu komponen pengajaran yang telah dirancang sebelum melakukan atau melaksanakan sistem pembelajaran yang berhasil, yang menggunakan pola efektif dan efisien. Karena system pendidikan pada zaman modern pada saat sekarang ini, karena  seorang guru yang penuh dengan banyaknya tuntutan dan kebutuhan yang dihadapi oleh pada saat ini guru dituntut harus bisa dalam segala bidang sebagai bentuk untuk menfasilitasi bakat anak yang sangat banyak berkembang.  Untuk supaya tidak salah memahami suatu makalah ini maka penulis memberikan penjelasan secara terinci.
1.      Desain adalah kerangka,[1] bentuk atau rancangan. langkah pertama dalam fase pengembangan bagi setiap produk atau sistem yang direkayasa. Desain dapat didefinisikan berbagai “proses aplikasi berbagai teknik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu perangkat, suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk memungkinkan realisasi fisiknya”. Tujuan desainer adalah untuk menghasilkan suatu model atau representasi dari entitas yang kemudian akan dibangun.[2]
2.      Tujuan adalah sasaran yang ingin  dicapai setelah mengajar suatu pokok atau sup pokok bahasan yang sudah direncanakan.[3] Dalam buku lain dijelaskan tujuan adalah sesuatu yang hendak dicapai oleh suatu lembaga pendidikan seperti SD,SM,dan universitas yang harus sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional.[4] Jadi tujuan yang penulis maksud sesuatu yang hendak dicapai setelah mengajar suatu pokok bahasan atau sub bahasan yang telah direncanakan oleh seorang pendidik ataupun guru formal atau non formal sehingga sehingga terjadinya perubahan pada anak didik atau  siswa dalam hal intelegensi maupun moral, sopan santun, ataupun akhlak.Untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran tidak terlepas dari peran guru, siswa, buku-buku sumber ataupun bahan ajar yang dirancang oleh guru, ruangan belajar yang kondusif, dan metode penyampaian informasi yang dapat mengaktifkan siswa untuk aktif dalam belajar sehingga, materi yang disampaikan guru lebih dipahami oleh siswa. 
3.      Pembelajaran adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.[5] Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati & Mudjiono dalam Sagala, 2005)
4.      Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UUSPN No.20 Tahun 2003 dalam Sagala, 2005). Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran.[6] Atau pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan peserta didik.[7]
           B.     Manfaat Desain Tujuan Pembelajaran
Seorang guru dalam melakukan proses pembelajaran mempunyai keinginan dan tidak sama satu dengan yang lain terhadap siswa yang diajarnya. Perumusan tujuan pengajaran mengandung kegunaan tertentu dalam rangka memecahkan permasalahan dalam pengajaran. secara khusus, tujuan pengajaran bertujuan sebagai berikut:
Pertama, untuk menilai pengajaran atau keadaan siswa artinya pengajaran dinilai berhasil apabila siswa telah mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan . ketercapaian tujuan tujuan pengajaran oleh siswa menjadi indikator keberhasilan sistem pengajaran yang dirancang sebelumnya.
Kedua, untuk membimbing siswa belajar. Tujuan-tujuan yang telah dirumuskan memberikan arah, acuan, dan pedoman bagi siswa dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dengan demikian guru dapat merancang tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengarahkan siswa mencapai tujuan pengajaran.
Ketiga, sebagai kriteria untuk merancang pelajaran. Merupakan dasar dalam memilih dan menetapkan materi pelajaran, baik ruang lingkupnya, menentukan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan, memilih alat sumber, serta untuk merancang prosedur penilaian.
Keempat, menjadi media untuk berkomunikasikan dengan rekan-rekan guru lainnya. Berdasarkan tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan, maka seorang guru dapat melakukan komunikasi dengan rekan sekerjanya tentang apa yang hendak dicapai dalam tujuan pembelajaran.[8]

            C.    Perumusan Tujuan Pembelajaran
Dalam mencapai tujuan tidak semudah membalikkan tangan kita perlu adanya kerja keras. Banyaknya komponen pembelajaran yang seharusnya mendukung dan bekerjasama dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Pendidik dan siswa merupakan komponen yang dominan yang berperan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Tanpa  keduanya, walaupun ada yang lain juga mempengaruhinya tidak akan mungkin tujuan pengajaran tercapai kalau tanpa keduanya.
Ada lima langkah yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan belajar mengajar.  merumuskan tujuan umum, merumuskan suatu situasi, merumuskan suatu tes.[9] langkah-langkah ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Merumuskan Tujuan Umum
Tujuan umum yang dulu disebut tujuan instruksional umum adalah hasil-hasil pengajaran yang mengandung nilai tertentu bagi siswa.sebagai contoh memiliki pengetahuan dasar-dasar kenegaraan dan pemerintah sesuai dengan UUD 1945, memiliki keterampilan memecahkan masalah sederhana dengan sistematis,memiliki sikap demokratis dan rasa tenggang rasa.
Secara jelas tujuan pendidiakn Nasional yang bersumber dari sistem nilai Pancasila dirumuskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 khususnya pasal 3 “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[10]

Pendidik dalam merumuskan tujuan pengajaran bersumber dari mata pelajaran. Mata pelajaran dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian kecil pokok bahasan. Bagian tersebut dapat dirumuskan suatu tujuan pengajaran tertentu .sehingga mempunyai ciri khas seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik.
2.      Merumuskan Suatu Situasi Acuan
Seorang pendidik dalam merencanakan pelajaran, sesungguhnya dia mengharapkan dalam situasi bagaimanapun pendidik dapat menyampaikan kepada anak didiknya. Jadi situasi acuan itu berada di luar pengajaran itu sendiri, untuk menentukan situasi acuan tersebut, guru perlu mempertanyakan pada dirinya sendiri atau menanyakan kepada siswa sesuai dengan harapan atau aspirasi siswa dalam kelas itu sehingga proses pembelajaran berjalan sesuai dengan yang kita harapkan dan tercapai tujuan pembelajaran.
3.      Merumuskan Suatu Tes Situasi Acuan
Tes adalah suatu mekanisme untuk menghubungkan tujuan pendidik dengan situasi acuan.  Penyusunan tes dalam rangka untuk mengecek apakah pengajaran relevan jika siswa mampu mentransferkan hal-hal yang telah dipelajarinya dalam situasi lain sebagai bukti bahwa dia telah mencapai tujuan pengajaran. Itu berarti dia mampu melakukan atau melaksanakan dalam situasi yang diharapkan. Tes berisikan kondisi-kondisi tingkah laku yang harus dipertunjukkan dan ukuran-ukuran keberhasilan tingkah laku.
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Desain adalah kerangka, bentuk atau rancangan. langkah pertama dalam fase pengembangan bagi setiap produk atau sistem yang direkayasa. Desain dapat didefinisikan berbagai “proses aplikasi berbagai teknik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu perangkat, suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk memungkinkan realisasi fisiknya”. Tujuan desainer adalah untuk menghasilkan suatu model atau representasi dari entitas yang kemudian akan dibangun.
Tujuan adalah sasaran yang ingin  dicapai setelah mengajar suatu pokok atau sup pokok bahasan yang sudah direncanakan. Dan pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar
Perumusan tujuan pembelajaran dapat dilakukan dengan tiga langkah, yaitu:
1.      Merumuskan tujuan umum
2.      Merumuskan suatu situasi acuan
3.      Merumuskan suatu tes situasi acuan

B.     Saran
Kami sebagai penulis apabila dalam penulisan dan penyusunan ini terdapat kekurangan dan kelebihan maka kritik dan saran dari pembaca dan pembimbing kami harapkan sehingga dalam pembuatan makalah yang selanjutnya lebih baik dari yang sebelumnya kami hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan sehingga tanpa dukungan dan saran pembimbing sangat jauh bagi kami untuk mencapai kesempurnaan.



DAFTAR PUSTAKA
Ali. Lukman, 1997, Kamus Besar bahasa Indonesia, Jakarta: PT. Balai Pustaka
Nasution. S., 1999, Kurikulum dan Pengajaran, Jakarta: PT. Bumi Aksara
Sagala. Syaiful, 2005, konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta
Hamalik. Oemar, 2005, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Jakarta: PT. Bumi Aksara 
Kemendiknas, 2012, Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas, Bandung : Citra Umbara


0 komentar:

Posting Komentar