Rabu, 27 Mei 2015

PSIKOLOGI PENDIDIKAN



BAB I
PEDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Mengingat betapa urgensinya persoalan psikologi dalam kehidupan manusia khususnya dalam dunia pendidikan maka faktor ini mendorong psikologi terus dikaji dan dipelajari oleh banyak orang, guru, pengacara, manajer perusahaan, pembina dan lain sebagai nya. Perkembangan psikologi pada akhirnya mencuat dan  melintas lewat pemekaran disiplin, hal ini menjadikan psikologi berhak menjadi psikologi-psikologi praktis yang termasuk di dalamnya adalah psikologi pendidikan.

Mempertimbangkan faktor pertama bahwa psikologi pendidikan adalah perangkat utama untuk kegiatan belajar mengajar. Ilmu pengetahuan sebagai unsur kebudayaan maka kehadiran dan perkembangan sejalan atau seirama dengan tingkat wujud kerja serta proses ilmu pengetahuan itu selalau hadir dalam aktivitas sehari-hari manusia.
B.     Rumusan dan Batasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
a.       Apa itu pengertian psikologi pendidikan?
b.      Apa saja tujuan psikologi pendidikan?
c.       Apa fungsi psikologi pendidikan?
d.      Bagaimana sejarah dan lapangan psikologi pendidikan?
2.      Batasan Masalah
a.      Pengertian
b.      Tujuan
c.       Fungsi
d.      Sejarah dan lapangan psikologi pendidikan.

C.     Tujuan Penulisan
1.      Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan tentang psikologi pengetahuan
2.      Membantu untuk meperdalam pengetahuan yang sudah ada dalam bidang psikologi
3.      Membangun khazanah keilmuan yang lebih luas dan mendalam
4.      Sebagai pelengkap mata kuliah Dasar Dasar Pendidikan.

















BAB II
PEMBAHASAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
A.     Pengertian
Psikologi berasal dari perkataan Yunani ”Psyche” yang artinya jiwa, dan ”Logos” yang artinya ilmu pengetahuan.[1] Psikologi menurut bahasa dirtikan sebagai “Ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada prilaku: ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa”.[2] Secara etimologi psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakang nya.[3] Kondisi psikologi adalah kondisi yang dapat diamati, dicatat dan diukur.
Secara lebih spesifik, psikologi lebih banyak dikaitkan dengan kehidupan organisme manusia. Dalam hubungan ini psikologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan sesuatu, dan juga memahami bagaimana makhluk tersebut berfikir dan berperasaan.[4]
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, psikologi merupakan salah satu pengetahuan yang tergolong “empirikan science”, yaitu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman manusia, walaupun pada awal perkembangannya bersumber dari filsafat yang spekulatif. Dan memang psikologi pada sejarah perkembangannya berutang budi pada filsafat.[5] Hingga sekarang pendefinisian psikologi masih berlanjut oleh tokoh-tokoh psikologi, baik secara umum ataupun khusus.

B.     Tujuan
Sebagaiman dijelaskan pada pengertian di atas, maka tujuan psikologi pendidikan itu adalah mempelajari tingkah laku manusia dan perubahan tingkah laku itu sebagai akibat proses dari tangan pedidikan dan berusaha bagaimana suatu tingkah laku itu seharusnya diubah, dibimbing melalui pendidikan. Dengan kata lain, ahli psikologi pendidikan berusaha untuk mempelajari, manganalisa, menerngkan dan memimpin proses pendidikan sedemikian rupa sehingga mendapatkan seuatu sistem pendiidkan yang efesien.[6]
Masalah dan tujuan psikoloi pendidikan akan jelas dimengerti apabila dibandingkan dengan filsafat pendidikan yang dapat menjawab atas pertanyaan apa dan mengapa. Sedangkan psikolgi pendidikan dapat menjawab pertanyaan bagaimana.
Secara panjang lebar, Muhibbin Syah mendefenisiskan Psikologi Pendidikan dengan begitu detil, beliau membagi pendefenisiannya melalui struktur kata yang digunakan.
Pertama: Psikologi, secara harfiyah psikologi memang berarti ilmu jiwa. Karena beberapa alasan tertentu (seperti timbulnya konotasi, arti lain yang menganggap psikologi sebagai ilmu langsug yang menyelidiki jiwa).
Kedua: Pendidikan merupakan sebuah proses dengan metode-metode tertentu, sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan.[7]
      Psikologi pendidikan juga berfungsi untuk mempelajari tingkah laku manusia dan perubahan tingkah laku itu sebagai akibat proses dari tangan pendidikan dan berusaha sebagaimana suat tingkah laku itu seharusnya di ubah, dibimbing melalui pendidikan. Dengan kata lain ahli psikologi pendidikan berusaha untuk mempelajari, menganalisa, menerangkan dan memimpin proses pendidikan sedemikian rupa sehingga mendapatkan suat sistem pendidikan yang efisien.[8]

C.     Fugsi
Sebelum psikologi memasuki lapangan pendidikan orang beranggapan bahwa penguasaan mengenai bahan pelajaran yang akan diberikan kepada anak didik merupakan satu-satunya syarat yang harus dipenuhi bagi guru termasuk calon guru.
Pendapat yang demikian seakan-akan mengemukakan anak-anak sebagai benda-benda mati yang dapat diperlakukan menurut kehendak guru. Akan tetapi dengan terjadinya perkembangan yang luas dalam lapangan ilmu pengetahuan psikologi pada umunya dan psikologi anak pada khususnya, perkembangan-perkembangan mana desebabkan oleh penyelidikan yang bersifat empiris eksperimental dalam lapangan itu anggapan di atas mulai berubah. Perubahan itu mulai timbul pada abad ke 19 orang malai menyadari dan menginsafi bahwa pengetahuan secara mendalam mengenai mata pelajaran yang diberikan belum cukup untuk menjadi guru yang baik. Di samping ada pula dibutuhkan pengetahuan-pengetahuan pelengkap untuk menyiapkan guru secara profesional, pendapat itu makin lama makinluas pengaruhnya hingga abad ke 20.[9]
Dari penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa secara umum psikologi pendidikan berfungsi sebagai pembantu guru untuk memahami karakteristik dan semua gejala penyebabnya yang terjadi pada diri peserta didik.

D.    Metode
Kebanyakan psikolog menganggap kegiatan belajar mengajar manusia adalah topik paling penting dalam studi psikologi, demikian pentingnya arti belajar nyaris sehingga tak satu pun aspek kehidupan manusia yang terlepas dari belajar.
Dalam psikologi pendidikan, metode-metode tertentu dipakai untuk mengumpulkan berbagai data dan informasi penting yang bersifat psikologis dan berkaitan dengan kegiatan pendidikan dan pengajaran.[10]
Pada umumnya, para ahli ahli psikologi pendidikan melakukan riset psikologi di bidang kependidikan dengan memanfaatkan beberapa metode penelitian tertentu seperti: a) eksperimen; b) kuesioner; c) studi kasus; d) penyelidikan klinis; dan e) observasi naturalistik.[11]
Mustaqim dan Abdul Wahib menambahkan metode penelitian, yaitu:
1.      Metode instropeksi
2.      Metode Observaasi
3.      Metode Eksprimen
4.      Metode Test
5.      Metode Angket
6.      Metode Proyeksi
7.      Metode Case Studi
8.      Metode Klinis
9.      Metode statistik[12]

E.     Sejarah dan Lapangan Psikologi Pendidikan
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.[14]
Psikologi mengalami sejarah perkembangan yang terus meningkat, dari statusnya sebagai bagian dari filsafat sampai menjadi ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dengan kelengkapan-kelengkapannya yang berupa sistem, metode, serta objek studi ilmiah.
Beberapa abad sebelum Masehi, para ahli pikir Yunani dan Romawi telah berusaha mengetahui hidup kejiwaan manusia dengan cara-cara yang bersifat spekulatif. Pada zaman ini psikologi masih dalam ruang lingkup filsafat, para ahli menyebutnya filsafat rohaniah, karena mereka berusaha memahami jiwa melalui pemikiran filosofis dan merupakan bagian dari filsafat.


BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Secara lebih spesifik, psikologi lebih banyak dikaitkan dengan kehidupan organisme manusia. Dalam hubungan ini psikologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan sesuatu, dan juga memahami bagaimana makhluk tersebut berfikir dan berperasaan.[15]
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, psikologi merupakan salah satu pengetahuan yang tergolong “empirikan science”, yaitu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman manusia.
Pada umumnya, para ahli ahli psikologi pendidikan melakukan riset psikologi di bidang kependidikan dengan memanfaatkan beberapa metode penelitian tertentu seperti: a) eksperimen; b) kuesioner; c) studi kasus; d) penyelidikan klinis; dan e) observasi naturalistik
B.     Saran
Penyusun mengakui bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan yang semestinya perlu ditambah dan diperbaiki. Uraian dan contoh yang diambil masih sangat kurang. Oleh sebab itu, segala masukan yang bersifat positif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.

DAFTAR PURTAKA
Ahmadi. Abu. 2007, Psikologi Sosial.  Jakarta : PT Rineka Cipta
Ardhana, Sudarsono, 1963, Pokok-Pokok Ilmu Jiwa Umum. : Surabaya : Usaha Nasional
Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2001, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
Mustaqim dan abdul Wahib, 2013, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Penerbit Erlangga,
Syah. Muhibbin, 2008, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Faizah dan lalu Mukhsin Effendi, 2009. Psikologi Dakwah, Jakarta: Kencana,
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi


0 komentar:

Posting Komentar