Sabtu, 23 Mei 2015

PERKEMBANGAN LANJUT USIA


BAB I
PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Perkembangan tidak hanya berakhir dengan tercapainya kematangan fisik. Namun perkembangan merupakan proses yang berkesinambungan, mulai dari masa konsepsi berlanjut ke masa sesudah lahir, masa bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan menjadi tua hingga meninggal dunia. Perubahan-perubahan fisik yang terjadi sepanjang hidup, mempengaruhi sikap, proses kognitif, dan perilaku individu. Hal ini berarti bahwa permasalahan yang harus diatasi juga mengalami perubahan dari waktu ke waktusepanjang rentang kehidupan. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Pembentukan hubungan intim merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa akhir. Selain itu ketika seseorang mendekati usia dewasa akhir, pandangan mereka mengenai jarak kehidupan cenderung berubah. Mereka tidak lagi memandang kehidupan dalam pengertian waktu masa anak-anak, seperti cara anak muda memandang kehidupan, tetapi mereka mulai memikirkan mengenai tahun yang tersisa untuk hidup. Pada masa ini, banyak orang yang membangun kembali kehidupan mereka dalam pengertian prioritas, menentukan apa yang penting untuk dilakukan dalam waktu yang masih tersisa.
Sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: “kehilangan peran di tengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.”.



B.     Rumusan dan Batasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Melaliu latar belaknag di atas, rumusan maslaahnya dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a.       Apa saja Ciri-ciri Dewasa Lanjut?
b.      Bagaiman perkembangan Pekerjaan, Sosial, Keluarga, dan Agama Pada Dewasa Lanjut
2.      Batasan Masalah
Dari latar belakang dan rumusan maslaah di atas, maka batasan masalahnya adlaah sebagai berikut:
a.       Ciri-ciri Dewasa Lanjut
b.      Pekerjaan, Sosial, Keluarga, dan Agama Pada Dewasa Lanjut
C.     Tujuan Penulisan
Dari latar belakang, rumusa, dan batasan masalah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Agar memperoleh pengetahuan tentang ciri-ciri dan perkembangan pada usia dewasa lanjut
2.      Untuk mengembankan wawasan tentang psikologi perkembagan, sesuai konsep kelahiran dan masa kecil
3.      Untuk melengkapi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan, yang dibimbing oleh Ibunda Dra. Murni W.








BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA LANJUT
A.     Ciri-ciri Dewasa Lanjut
Masa dewasa lanjut usia merupakan masa lanjutan atau masa dewasa akhir (60 ke atas). Perlu memperhatikan khusus bagi orangtuanya yang sudah menginjak lansia dan anaknya yang butuh dukungan juga untuk menjadi seorang dewasa yang bertanggungjawab. Di samping itu permasalahan dari diri sendiri dengan perubahan fisik, mulai tanda penuaan yang cukup menyita perhatian.[1]
Batasan usia dewasa akhir ialah usia 45-65 tahun dengan perubahan fisik yang menonjol di bandingkan dengan perubahan psikologis. Bagi pria yang memasuki periode ini di tandai dengan memasuki fase klimakterium, sedangkan wanita ditandai dengan fase menopause. Ketidakseimbangan fisiologis akan berdampak pada terganggunya keseimbangan emosi, seperti stress dan depresi.
Saat individu memasuki dewasa akhir, mulai terlihat gejala penurunan fisik dan psikologis, perkembangan intelektual dalam lambatnya gerak motorik, pencarian makna hidup selanjutnya. Menurut erikson tahap dewasa akhir memasuki tahap integrity vs despair yaitu kemampuan perkembangan lansia mengatasi krisis psikososialnya. Banyak stereotip positif dan negatif yang mampu mempengaruhi kepribadian lansia. Integritas ego penting dalam menghadapi kehidupan dengan puas dan bahagia. Hal ini berdampak pada hub.sosial dan produktivitasnya yang puas. Lawannya adalah despair yaitu rasa takut mati dan hidup terlalu singkat, rasa kekecewaan. Beberapa cara hadapi krisis dimasa lansia adalah tetap produktif dalam peran sosial, gaya hidup sehat, dan kesehatan fisik. Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.Menurut Erikson, perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.[2]
Menurut Erikson, perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.[3] Menurut Hurlock (2002), tahap terakhir dalam perkembangan ini dibagi menjadi usia lanjut dini yang berkisar antara usia enampuluh sampai tujuh puluh tahun dan usia lanjut yang dimulai pada usia tujuh puluh tahun hingga akhir kehidupan seseorang. Orangtua muda atau usia tua (usia 65 hingga 74 tahun) dan orangtua yang tua atau usia tua akhir (75 tahun atau lebih) (Baltes, Smith&Staudinger, Charness&Bosmann) dan orang tua lanjut (85 tahun atau lebih) dari orang-orang dewasa lanjut yang lebih muda (Johnson&Perlin).
Ciri-ciri dewasa akhir
o   Adanya periode penurunan atau kemunduran. Yang disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis.
o   Perbedaan individu dalam efek penuaan. Ada yang menganggap periode ini sebagai waktunya untuk bersantai dan ada pula yang menganggapnya sebagai hukuman.
o   Ada stereotip-stereotip mengenai usia lanjut. Yang menggambarkan masa tua tidaklah menyenangkan.
o   Sikap sosial terhadap usia lanjut. Kebanyakan masyarakat menganggap orang berusia lanjut tidak begit dibutuhkan katena energinya sudah melemah. Tetapi, ada juga masyarakat yang masih menghormati orang yang berusia lanjut terutama yang dianggap berjasa bagi masyarakat sekitar
o   Mempunyai status kelompok minoritas. Adanya sikap sosial yang negatif tentang usia lanjut.
o   Adanya perubahan peran. Karena tidak dapat bersaing lagi dengan kelompok yang lebih muda.
o   Penyesuaian diri yang buruk. Timbul karena adanya konsep diri yang negatif yang disebabkan oleh sikap sosial yang negatif.
o   Ada keinginan untuk menjadi muda kembali. Mencari segala cara untuk memperlambat penuaan.
Adapun tugas perkembangan pada masa dewasa akhir ini, diantaranya:
ü  Menciptakan kepuasan dalam keluarga sebagai tempat tinggal di hari tua.
ü  Menyesuaikan hidup dengan penghasilan sebagai pensiunan
ü  Membina kehidupan rutin yang menyenangkan.
ü  Saling merawat sebagai suami-istri
ü  Mampu menghadapi kehilangan (kematian) pasanan dengan sikap yang positif (menjadi janda atau duda).
ü  Melakukan hubungan dengan anak-anak dan cucu-cucu.
ü  Menemukan arti hidup dengan nilai moral yang tinggi.

B.     Pekerjaan, Sosial, Keluarga, dan Agama Pada Dewasa Lanjut
1.      Pekerjaan
Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. Faktor-faktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut:
a.       Penurunan Kondisi Fisik
b.      Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual
c.       Perubahan Aspek Psikososial
d.      Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan
e.       Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat.[4]
Searah dengan kemajuan teknologi, biasanya orang-orang dewasa lanjut usia dengan kompetensi yang dimiliki, cenderung bekerja dengan jenis pekerjaan yang belum mengarah ke orientasi kognitif seperti generasi sesudahnya. Hal ini mengakibatkan banyak tenaga dewasa lanjut usia yang harus tersingkir dari dunia kerja karena tidak mampu lagi bersaing dengan generasi yang berikutnya.

2.      Sosial
Akibat adanya kemunduran dari segi aspek fisik, moral, intelegensi, dan lebih cepat temperamental, maka usia dewasa akhir semakin jauh dari lingkungan masyarakat dan mulai terkucilkan. Usia dewasa akhir lebih sedikit berinteraksi dengan lingkungan masyarakat. Pada usia ini justru lebih membutuhkan perhatian yang lebih dari keluarga terdekat untuk menguatkan diri dan membantu memunculkan kepercayadirian agar tetap bersemangat dalam menjalankan kehidupan meskipun mulai terjauh dari lingkungan masyarakat.

3.      Keluarga
Orang berusia lanjut mungkin tidak dipekerjakan untuk pekerjaan yang baru atau dikeluarkan dari pekerjaan yang lama karena dianggap terlalu kaku. Mereka mungkin ditolak secara sosial, karena dipandang sudah pikun dan membosankan. Orang usia lanjut mungkin disingkirkan dari kehidupan keluarga karena dipandang sebagai sosok yang sakit dan parasit. Persepsi-persepsi ini memang sangat tidak berkeprimanusiaan, tetapi seringkali terjadi secara nyata dan menyakitkan.[5]
Ia dianggap kritikal karena disebabkan pada masa ini manusia berada pada tahap awal perobahan karir dan sistem keluarga. Pada peringkat ini, seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa tuanya terhadap pekerjaan dan keluarga. Pada masa ini juga seseorang akan menghadapi dilema antara pekerjaan dan keluarga. Berbagai masalah mulai timbul terutama dalam perkembangan karir dan juga hubungan dalam keluarga[6]
4.      Agama
Berbeda halnya dari segi aspek psikologis lainnya yang mengalami banyak kemunduran, justru dari segi agama semakin adanya kemajuan yang pesat. Usia dewasa akhir lebih memfokuskan dirinya dengan kedekatan terhadap Sang Pencipta. Orang yang menginjak usia dewasa akhir lebih giat dalam beribadah dikarenakan munculnya pemikiran semua dari Allah dan akan kembali kagi kepada Allah.
Biasanya, sesudah orang menjadi dewasa ia telah dapat mengatasi keragu-raguan dibidang kepercayaan atau agamanya, yang mengganggunya pada waktu ia masih remaja.
Apabila seseorang sudah berkeluarga, umumnya ia kembali pada agama, atau setidak-tidaknya ia tampak menaruh cukup perhatian. Banyak faktor yang ikut menentukan kuat tidaknya rasa keagamaan orang-orang muda dan perwujudan minat pada agama ini.





Faktor yang yang mempengaruhi minat keagamaan pada dewasa ini
o   Seks
Wanita cenderung lebih berminat pada agama daripada pria dan juga lebih banyak terlibat aktif dalam ibadat dan kegiatan-kegiatan kelompok agama.
o    Kelas Sosial
Golongan kelas menengah sebagai kelompok, lebih tertarik agama dibandingkan dengan golongan kelas yang lebih tinggi atau yang lebih rendah, orang lebih banyak ambilbagian dalam kegiatan gereja, misalnya, dan banyak yang duduk dalam kepengurusan organisasi keagamaan.
o    Lokasi Tempat Tinggal
Orang-orang dewasa yang tinggal di pedesaan dan di pinggir kota menunjukkan minat yang lebih besar pada agama dari pada orang yang tinggaldi kota.
o    Latar Belakang Keluarga
Orang-orang dewasa yang di besarkan dalam keluarga yang erat beragama dan menjadi anggota suatu gereja cenderung lebih tertarik pada agama dari pada orang-orang yang di besarkan dalam keluarga yang jurang peduli pada agama.
o    Minat Religius Teman-teman
      Orang dewasa dini lebih memperhatikan hal-hal keagamaan jika tetangga-tetangga dan teman-temannya aktif dalam organisasi-organisasi keagamaan dari pada apabila teman-temannya yang kurang peduli.
o    Pasangan dari Iman yang Berbeda
Pasangan yang berbeda agama cenderung kurang aktif dalam urusan agama dari pada suami istri yang menganut agama yang sama.


o    Kecemasan Akan Kematian
Orang-orang dewasa yang cemas akan kematian atau mereka yang sangat memikirkan hal kematian cenderung lebih memperhatikan agama dari pada orang yang bersikap realistic.
o    Pola Kepribadian
Semakin otoriter pola kepribadian seseorang, semakin banyakperhatiannya pada agama per se dan semakin kaku sikapnya terhadap agama-agama lainnya. Sebaliknya, orang yang memiliki pribadi yang berpandangan seimbang lebih luwes terhadap agama-agama lain dan biasanya lebih aktif dalam kegiatan agamanya.[7]













BAB I
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Makhluk hidup mempunyai fase dimana manusia yang paling besar adalah fase manusia dewasa awal merupakan masa dewasa atau satu tahap yang dianggap kritikal selepas alam remaja yang berumur dua puluhan (20-an) sampai tiga puluhan (30 an). Ia dianggap kritikal karena disebabkan pada masa ini manusia berada pada tahap awal pembentukan karir dan keluarga. Pada peringkat ini, seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa depannya terhadap pekerjaan dan keluarga. Pada masa ini juga seseorang akan menghadapi dilema antara pekerjaan dan keluarga. Berbagai masalah mulai timbul terutama dalam perkembangan karir dan juga hubungan dalam keluarga.
Masa sebagai orang tua dapat dipandang sebagai “masa krisis” dalam kehidupan seseorang karena masa tersebut menuntut perubahan dalam sikap, nilai, dan peran. Keadaan ini sangat terasa terutama bagi wanita yang menghentikan keriernya yang telah lama mendapatkan pelatihan dan yang dengannya ia telah mencapai sukses.
Keberhasilan penyesuaian diri dengan masa dewasa dapat dinilai dengan tiga kriteria : prestasi dalam pola pekerjaan dan pola hidup yang dipilih seseorang, tingkat kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan dan pola hidup yang dipilih, dan keberhasilan dari penyesuaian personal.

B.     Saaran
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Banyak kekurangan disana-sini untuk itu mohon kiranya para pembaca sekalian mau memberikaan masukan kritik dan saran guna perbaikan dimasa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA
Darajat, Zakiah, 1970, Peran Agama Dalam Kesehatan Mental, Gunung Agung, Jakarta
Hurlock, Elizabeth B, 1980, Psikologi Perkembangan, Jakarta, Gelora Aksara Pratama :
Mari’at, Samsunuwiyati, 2005, Psikologi Perkembangan, Bandung: Remaja Rosda Karya
Monk, F.J. dkk, 2004, Psikologi Perkembangan, Yogyakarta : Gadjah Mada Universty Press,
Syah, Muhibbin. 1997, Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya
Zahrotun, at.all. 2006, Psikologi Perkembangan Tinjauan Psikologi Barat dan Islam. Jakarta: UIN Jakarta Press
http://pujimulyanie.blogspot.com/2014/05/makalah-masa-dewasa-akhir.html


1 komentar: