Sabtu, 23 Mei 2015

INGAT DAN LUPA



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rezeki dan kesehatan kepada kami sehingga kami mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pembuatan makalah yang dibuat untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Psikologi Pendidikan. Adapun materi makalah yang kami buat adalah "Memori dan Lupa".
Kami menyadari dan meyakini bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Masih banyak kekurangan dan kesalahan yang kami sadari atau pun yang tidak kami sadari. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari makalah ini, agar di masa yang akan datang kami bisa membuat makalah yang lebih baik lagi. Namun begitu, meskipun makalah ini jauh dari kata sempurna kami berharap agar makalah ini sedikit banyaknya dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pembuatan makalah ini. Demikian sedikit kata pengantar dari kami atas perhatian para pembaca sekalian kami mengucapkan terima kasih.

B.     Rumusan dan Batasan Masalah
1.      Rumusan masalah
Dari Latar Belakang di atas, maka rumusan maslaahnya apat dideskripsikan sebagai berikut:
a.       Apa pengertian ingtan?
b.      Bagaimana teori ingatan?
c.       Seperti apa sistem ingatan?
d.      Apa pengertian lupa?, dan
e.       Apa saja penyebab lupa?



2.      Batasan Masalah
a.       Pengertian ingatan
b.      Teori ingatan
c.       Sistem ingatan
d.      Pengertian lupa, dan
e.       Penyebab lupa

C.     Tujuan Penulisan
Dari beberapa batasan masalah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penulisan makalah ini di antaranya adalah:
1.      Untuk memperkaya khasanah keilmuan bagi mahasiswa.
2.      Untuk mengetahui secara pasti apa itu ingatan dan lupa apa saja teori-teori ingatan dan lupa
3.      Sebagai pelengkap tugas mata kuliah Psikologi Umum yang dibimbing oleh bapak Salman Dra. Hj. Murni.W.










BAB II
PEMBAHASAN
INGATAN DAN LUPA
A.     Ingatan
1.      Pengertian Ingatan
Orang yang dapat mengingat sesuatu kejadian, ini berarti kejadian yang diingat itu pernah dialami, atau dengan kata lain kejadian itu pernah dimasukkan ke dalam jiwanya, kemudian disimpan dan pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Dengan demikian ingatan itu merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menerima atau memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau [1]
Secara sederhana, Irwanto mendefinisikan ingatan sebagai kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan lagi di masa yang akan datang. menurut Walgito, Ingatan adalah kemampuan psikis untuk memasukan, menyimpan, dan menimbulkan kembali hal-hal yang lampau . Sebagai suatu proses, memori menunjukkan suatu mekanisme dinamik yang diasosiasikan dengan penyimpanan (storing), pengambilan (retaining), dan pemanggilan kembali (retrieving) informasi mengenai pengalaman yang lalu. Santrock mendefinisikan ingatan sebagai retensi informasi yang telah diterima melalui tahap : penkodean (encoding), penyimpanan (storage), dan pemanggilan kembali (retrieval). Penelitian ini menggunakan definisi ingatan menurut Santrock, yaitu informasi-informasi yang berasal dari lingkungan dan informasi ini akan diproses melalui tahapan : penkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali sehingga informasi yang masuk tidak terbuang secara sia-sia. Menurut Schelessinger dan Groves, Ingatan adalah system yang berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya
2.      Fungsi Ingatan
a.       Fungsi memasukan
Cara seseorang memperoleh pengalaman, di bedakan dalam 2 cara :
1)      Dengan cara tidak sengaja
Dengan cara sengaja faktor – faktor yang mempengaruhi kemampuan individu untuk memasukkan apa yang dipersepsi, antara lain :
ü  Cepat atau lambat seseorang memasukkan apa yang dipersepsi
ü  Banyak sedikitnya materi yang dapat di ingat
ü  Kondisi jasmani dan emosi seseorang.
b.      Fungsi menyimpan.
yaitu, apa yang diterima, disimpan di dalam daftar (sensory register) dan jejak memori (memory traches) yang suatu saat dapat di timbulkan kembali. Sifat – sifat ingatan, antara lain :
ü  Ingatan yang cepat mudah
ü  Ingatan yang luas
ü  Ingatan yang teguh
ü  Ingatan yang setia
ü  Ingatan mengabdi atau patuh
ü  Ingatan tidak setia

Mengenai interval dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
ü  Lama interval yaitu berkaitan dengan lamanya waktu antara learning sampai remembering.
ü  Isi interval yaitu berkaitan dengan aktivitas – aktivitas yang terdapat atau mengisi interval.
c.       Fungsi menimbulkan kembali (remembering).[2]
Persepsi yang telah di simpan dapat di panggil kembali bila di perlukan. remembering dapat di bagi menjadi 2 cara :
ü  To recall atau mengingat kembali
ü  To recognite atau mengenal kembal
3.      Sistem Ingatan
a.      Ingatan Jangka Pendek
Ingatan jangka pendek atau sering disebut dengan short-term memory atau working memory adalah suatu proses penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Ingatan jangka pendek adalah tempat kita menyimpan ingatan yang baru saja kita pikirkan. Ingatan yang masuk dalam memori sensoris diteruskan kepada ingatan jangka pendek. Ingatan jangka pendek berlangsung sedikit lebih lama dari memori sensoris, selama anda menaruh perhatian pada sesuatu, anda dapat mengingatnya dalam ingatan jangka pendek.
Dari ingatan jangka pendek ini, ada sebagian materi yang hilang, sebagian lagi diteruskan ke dalam ingatan jangka panjang. Jika kita mengingat kembali akan suatu informasi, informasi dari ingatan jangka panjang tadi akan dikembalikan ke ingatan jangka pendek. Misal, pada nomor telepon yang telah anda ulang terus sampai anda bisa menuliskannya, dan nomor tersebut akan tetap tersimpan dalam memori anda selama anda aktif memikirkannya. Jika anda berhenti memberikan perhatian pada itu, maka akan terhapus dalam waktu 10-20 detik. Dalam rangka untuk mengingat sesuatu berikutnya, otak mentransfernya ke memori jangka panjang. Proses mengingat nomor telepon, pada kenyataannya, suatu cara untuk memindahkan nomor dari  memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Ingatan jangka pendek terdiri dari tiga unit terpisah; putaran fonologi (phonological loop), gambaran penglihatan-ruang (visuo-spatial sketchpad), dan pelaksana pusat (central executive).
b.      Ingatan Jangka Panjang
Ingatan jangka panjang (long term memory) adalah suatu proses memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya informasi yang disimpan sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Kapasitas yang dimiliki ingatan jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah gundangnya informasi yang dimiliki oleh manusia. Ingatan jangka  panjang berisi informasi dalam kondisi psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang telah disimpan, tetapi saat ini tidak sedang dipikirkan.[3]
Informasi yang disimpan dalam ingatan jangka panjang diduga dapat bertahan dalam waktu yang panjang bahkan selamanya. Kehilangan ingatan pada ingatan jangka panjang ini hanya dimungkinkan apabila seseorang mengalami kerusakan fungsional dari sistem ingatannya.[4]
Proses masuknya informasi ke dalam ingatan jangka panjang tetap melalui tahap memori sensoris. Pada tahap ini informasi dari luar yang diterima oleh indera diubah menjadi impuls-impuls neural sesuai dengan masing-masing fungsi indera, kemudian impuls-impuls neural yang mengandung informasi ini diteruskan ke ingatan jangka pendek. Setelah informasi masuk ke dalam ingatan jangka pendek, di seleksi sedemikian rupa mana yang dianggap penting dan tidak, kemudian diteruskan ke ingatan jangka panjang.[5]
Jadi, ingatan jangka panjang akan melakukan penyaringan informasi berdasarkan arti dari informasi tersebut, makna, keadaan emosi, gambaran akibat dan sebagainya, oleh karena itu penyimpanan informasi dapat berlangsung secara permanen.

B.     Lupa
1.      Pengertian Lupa
Lupa merupakan istilah yang sangat populer di masyarakat. Dari hari ke hari dan bahkan setiap waktu pasti ada orang-orang tertentu yang lupa akan sesuatu, entah hal itu tentang peristiwa atau kejadian di masa lampau atau sesuatu yang akan dilakukan, mungkin juga sesuatu yang baru saja dilakukan. Fenomena dapat terjadi pada siapapun juga, tak peduli apakah orang itu anak-anak, remaja, orang tua, guru, pejabat, profesor, petani dan sebaginya. (syaiful Bahri Djamarah, 2008: 206)[6]
Soal mengingat dan lupa biasanya juga ditunjukkan dengan satu pengertian saja, yaitu retensi, karena memang sebenarnya kedua hal tersebut hanyalah memandang hal yang satu dan sama dari segi berlainan. Hal yang diingat adalah hal yang tidak dilupakan, dan hal yang dilupakan adalah hal yang tidak diingat.
Lupa ialah peristiwa tidak dapat memproduksikan tanggapan-tanggapan kita, sedang ingatan kita sehat.[7] adapula yang mengartikan lupa sebagai suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali untuk digunakan.[8]
Lupa (forgetting) ialah hilangnya kemampuan untuk menyebut atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Secara sederhana, Gulo dan Reber mendefinisikan lupa sebagai ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dipelajari atau dialami. Dengan demikian, lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita.[9]
2.      Faktor Penyebab Lupa.
a.       Aktivitas yang terlalu padat
b.      Kejenuhan
c.       Umur yang sudah tua
d.      Menonton film porno
e.       Sering di tunda tunda
f.        Otak yang sudah capek
Adapun orang sering lupa ingatan sering juga di sebut dengan AMNESIA. Pandangan islam mengenai lupa merupakan hal yang wajar karena ada hadist yang mengatakan semua penyakit  pasti ada obatnya, kecuali penyakit lupa. Dalam psikologi, lupa temasuk gejala sensorik (otak ) karena lupa berhubungan dengan fungsi saraf sensorik di dalam otak, Jika suatu otak berkata tanpa henti niscaya dia akan mengalami kelelahan dan ini bisa menyebabkan seseorang menjadi lupa.

a.       Lupa dapat terjadi karena sebab gangguan konflik antara item-item informasi atau materi yang ada dalam system memori siswa. Dalam interference theory (teori mengenai gangguan), gangguan konflik ini terbagi menjadi dua, yaitu: a) practice interference; b) retroactive interference.Seorang siswa akan mengalami gangguan proactive apabila materi pelajaran lama yang sudah tersimpan dalam subsistem akal permanennya mengganggu masuknya materi pelajaran baru. Peristiwa ini bisa terjadi apabila siswa tersebut mempelajari sebuah materi pelajaran yang sangat mirip dengan materi pelajaran yang telah dikuasainya dalam tenggang waktu yang pendek. Dalam hal ini materi yang baru saja dipelajari akan sangat sulit diingat atau diproduksi kembali.Sebaliknya, seorang siswa akan mengalami ganguan retroactive apabila materi pelajaran baru materi yang baru kita pelajari tidak dapat masuk ke dalam ingatan, karena terhambat oleh materi lain yang sudah terlebih dahulu di pelajari . Dalam hal ini, materi pelajaran lama akan sangat sulit diingat atau diproduksi kembali. Dengan kata lain siswa tersebut lupa akan materi peajaran lama itu.
b.      Lupa yang di akibatkan represi. Tanggapan-tanggapan atau isi jiwa yang di tekan kedalam ketidak sadaran
c.       Lupa dapat terjadi karena sebab perubahan sikapdan minat siswa terhadap proses dan situasi belajar tertentu. Jadi, meskipun seorang siswa telah mengikuti proses belajar-mengajar dengan tekun dan serius, tetapi karena sesuatu hal sikap dan minat siswa tersebut menjadi sebaliknya (seperti karena ketidaksenangan terhadp guru) maka materi pelajaran itu akan mudah terlupakan.
d.      Law of disuse, lupa dapat terjadi karena sebab materi pelajaran yang telah dikuasai tidak pernah digunaakan atau dihafalkan siswa. Menurut asumsi sebagian ahli, materi yang diperlakukan demikian akan masuk ke alam bawah sadar atau mungkin juga bercampur aduk dengan materi pelajaran baru
e.       Lupa yang terjadi karena sebab perubahan urat syaraf otak. Seorang siswa yang terserang penyakit tertentu seperti keracunan, kecanduan alcohol, dan geger otak akan kehilangan ingatan ata item-item informasi yang ada dalam memori permanennya.

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Orang yang dapat mengingat sesuatu kejadian, ini berarti kejadian yang diingat itu pernah dialami, atau dengan kata lain kejadian itu pernah dimasukkan ke dalam jiwanya, kemudian disimpan dan pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Dengan demikian ingatan itu merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menerima atau memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau
Soal mengingat dan lupa biasanya juga ditunjukkan dengan satu pengertian saja, yaitu retensi, karena memang sebenarnya kedua hal tersebut hanyalah memandang hal yang satu dan sama dari segi berlainan. Hal yang diingat adalah hal yang tidak dilupakan, dan hal yang dilupakan adalah hal yang tidak diingat.
Lupa ialah peristiwa tidak dapat memproduksikan tanggapan-tanggapan kita, sedang ingatan kita sehat. Ada pula yang mengartikan lupa sebagai suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali untuk digunakan.
B.     Saran
Demi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun demi perbaikan makalah ini di kemudian hari.







DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri. 2008, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta.
Suyanto, Agus. 1993. Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara. Cet. 9
Mustaqim. 2004. Psikologi Pendidikan. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
Walgito, Bimo. 1990. Pengantar Psikologi Umum. ed. rev. Cetakan Kedua. Yogyakarta: Andi Offset



[1] Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: ANDI, 2004), hal. 145
[2] Ibid. hal. 146
[6] Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 206
[7] Agus Suyanto, Psikologi Umum. (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), h.46
[8] Mustaqim.. Psikologi Pendidikan. Cetakan Ketiga. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2004) h. 51

0 komentar:

Poskan Komentar