Kamis, 30 Oktober 2014

Konsep Filsafat



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai semakin menajamnya spesialisasi ilmu maka filsafat sangat diperlukan. Sebab dengan mempelajari filsafat, para ilmuwan akan menyadari keterbatasan dirinya dan tidak terperangkap ke dalam sikap arogansi intelektual. Hal yang lebih diperlukan adalah sikap keterbukaan diri di kalangan ilmuwan, sehingga mereka dapat saling mengarahkan seluruh potensi keilmuan yang dimilikinya untuk kepentingan bersama umat manusia.
Layaknya seperti ilmu pengetahuan, filsafat  juga mempunyai metode yang digunakan untuk memecahkan problema-problema filsafat. Selain itu filsafat juga mempunyai obyek dan sistematika/struktur. Tidak kalah pentingnya dengan cabang ilmu pengetahua, filsafat juga mempunyai manfaat dalam mempelajarinya.
Mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika diharapkan memiliki penguasaan yang baik atas bidang ilmu yang ditekuni untuk selanjutnya memanfaatkan ilmu tersebut, baik untuk pengembangan kehidupan dirinya maupun kehidupan masyarakat pada umumnya. Penguasaan ilmu bukan hanya menyangkut penguasaan konsep-konsep serta teori-teori keilmuan dalam bidangnya masing-masing, akan tetapi juga landasan pemahaman mengenai hakikat ilmu, objek kajian dari ilmu yang dipelajari, metode untuk pengembangan ilmu tersebut, serta kaidah-kaidah moral dan etika mengenai untuk apa ilmu itu harus dimanfaatkan. Atas dasar itulah filsafat memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian calon-calon ilmuwan pada umumnya.


B.     Rumusan dan Batasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a.       Apakah pengertian filsafat secara etimologi?
b.      Apakah pengertian filsafat secara terminologi?, dan
c.       Apa manfaat mempelajari filsafat?

2.      Batasan Masalah
Dari latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka batasan masalahnya dapat ditentukan sebagai berikut:
a.       Pengertian filsafat secara etimologi
b.      Pengertian filsafat secara terminologi
c.       Manfaat mempelajari filsafat

C.     Tujuan Penulisan
dari rumusan dan batasan masalah di atas, maka dapt diketahui bahwa tujuan penulisan makalah ini adalah, di antaranya:
1.      sebagai pelengkap tugas mata kuliah Filsafat Umum semester satu.
2.      sebagai pengembangan wawasan dan pengetahuan mahgasiswa
3.      dapat mengetahui apa itu filssafat secara etimologi dan terminologi, serta apa manfaat mempelajari filsafat.





BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP FILSAFAT
A.     Tinjauan Secara Etimologis
Berbicara tentang filsafat, berarti kita sedang membicarakan sesuatu yang sangat mendasar. Sebab, filsafat membahas tentang hakikat segala sesuatu. filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani philosophia  yang merupakan kata majemuk dari dua kata, philo yang berarti cinta, dan sophia yang berarti kebijaksanaan.[1]  kata Philosophia ditranformasikan ke dalam aneka bahasa sesuai dengan sebutannya, dalam bahasa Arab disebut Falsafah, dan dari sini di Indonesiakan menjadi Falsafat atau filsafat, dalam bahasa Inggris disebut dengan Philosophy.[2] Philosophia telah di-Indonesiakan menjadi Filsafat.[3]
Kemudian, Filsafat merupakan hasil proses berfikir dalam mencari hakikat sesuatu secara sistematis, menyeluruh, dan mendasar.[4] Filsafat dalam bahasa Arab diistilahkan dengnan Al-Hikmah bermakna mengetahui mengenai hakikat sesuatu secara bijaksana.[5]
Filafat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan sebagai: pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.[6] Dalam bahasa Inggris, kata Filsafat diistilahkan dengan Philosophy, yaitu: Study of nature and the meaning of existence, how poeple should live.[7]
Dalam Agama Islam satu-satunya sumber yang seluruhnya mengandung hikmah adalah Al-Qur’an, yaitu kalam Allah yang diturunkan olehnya melalui perantaraan Mala’ikat Jibril ke dalam hati Rasulullah Muhammad Bin Abdullah dengan lafaz yang berbahasa Arab dan makna-maknanya yang benar, untuk menjadi hujjah bagi Rasul atas pengakuannya sebagai Rasulullah[8] Telah menyatakan bahwa melalui ilmu fiqh Allah telah memberikan aturan kepada kita. Sebagaimana Firman Allah I :
!$uZø9tRr&ur y7øs9Î) |=»tGÅ3ø9$# Èd,ysø9$$Î/ $]%Ïd|ÁãB $yJÏj9 šú÷üt/ Ïm÷ƒytƒ z`ÏB É=»tGÅ6ø9$# $·YÏJøygãBur Ïmøn=tã ( Nà6÷n$$sù OßgoY÷t/ !$yJÎ/ tAtRr& ª!$# ( Ÿwur ôìÎ6®Ks? öNèduä!#uq÷dr& $£Jtã x8uä!%y` z`ÏB Èd,ysø9$# 4 9e@ä3Ï9 $oYù=yèy_ öNä3ZÏB Zptã÷ŽÅ° %[`$yg÷YÏBur (ألأية)
 Artinya:
“dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang” (Q. S. Al-Ma’idah. 48).[9]
Kalimat “Syir’atan wa minhaja” dalam ayat tersebut diartikan sebagai jalan (sabil)[10] yaitu jalan yang menyampaikan kita kepada Allah I menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

B.     Tinjauan Secara Terminologis
Tinjauan secara terminologis dapat diambil dari beberapa pendapat para ahli, di antaranya:
ü  Plato, Filsuf besar Yunani mengatakan bahwa filsafat adalah “ilmu pengetahuan yang berusaha mencapai kebenaran mutlak di tangan tuhan” atau disingkat dengan “pengetahuan segala yang ada”.[11]
ü  Aristoteles, murid Plato, mengatakan bahwa filsafat adalah :ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, sosial budaya dan estetika.
ü  Al-Farabi. filsuf besar muslim yang dibelar sebagai “Aristoteles Kedua” mengatakan bahwa filsafat adalah “pengetahuan tentang yang ada menurut hakikatnya yang sebenarnya” (العلم با الموجود بما هو موجود )
ü  Hasbullah Bakry, memberikan defenisi filsafat dengan “ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai manusia”.[12]
ü  Harry Hamersma mengatakan bahwa Filsafat adalah tempat dimana suatu pertanyaan-partanyaan dikumpulkan, diterangkan, diteruskan, bahkan  sampai menemukan  jalan keluar atau suatu kesimpulan. Filsafat tidak hanya menyelidiki salah satu segi kenyataan, melainkan apa-apa yang menarik perhatian manusia. Filsafat tetap selalu dibutuhkan oleh manusia dari jaman ke jaman, bahkan sampai saat ini.[13]

Sementara itu, pengetahuan Filsafat merupakan hasil proses berpikir dalam mencari hakikat sesuatu secara sistematis, menyeluruh, dan mendasar, seperti pengetahuan tentang api, apa hakikat api, dan dari mana asal api, jadi, pengetahuan filsafat adalah mencari hakikat sesuatu sampai ke dasar segala dasar atau sedalam-dalamnya.[14]
C.     Manfaat Mempelajarinya
1.      Secara garis besar manfaat belajar filsafat adalah sebagai berikut:

a.       Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya.
b.      Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita
c.       Filsafat membuat kita lebih kritis
d.      Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam:
ü  Menalar secara jelas
ü  Membedakan argumen yang baik dan yang buruk
ü  Menyampaikan pendapat secara jelas
ü  Melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas
ü  Melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda.
e.       Filsafat dapat memberi bekal dan kemampuan pada kita untuk memperhatikan cara pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis. [15]
Juga disebutkan bahwa manfaat filsafat sekurang-kurangnya 4 macam faedah, yaitu :
a.       Agar terlatih berpikir serius
b.      Agar mampu memahami filsafat
c.       Agar mungkin menjadi filsafat
d.      Agar menjadi warga negara yang baik[16]
2.      Kegunaan Filsafat Bagi Kehidupan Sehari-Hari
Meskipun filsafat itu abstrak, bukan berarti ia sama sekali tidak bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari yang kongkrit. Keabstrakan filsafat tidak berarti bahwa filsafat itu tidak memiliki hubungan apa pun dengan kehidupan nyata sehari-hari.
Kendati tidak memberi petunjuk praktis tentang bagaimana bangunan yang artistik dan elok, filsafat sanggup membantu manusia dengan memberi pemahaman tentang apa itu artistik dan elok dalam kearsitekturan sehingga nilai keindahan yang diperoleh lewat pemahaman itu akan menjadi patokan utama bagi pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.
Dengan demikian, filsafat menggiring manusia ke pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas. Tak hanya itu, ia pun menuntun manusia ke dalam tindakan dan perbuatan yang kongkret. Berdasarkan pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas[17]












BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani philosophia  yang merupakan kata majemuk dari dua kata, philo yang berarti cinta, dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Philosophia telah di-Indonesiakan menjadi Filsafat.
kata Philosophia ditranformasikan ke dalam aneka bahasa sesuai dengan sebutannya, dalam bahasa Arab disebut Falsafah, dan dari sini di Indonesiakan menjadi Falsafat atau filsafat, dalam bahasa Inggris disebut dengan Philosophy yaitu: Study of nature and the meaning of existence, how poeple should live.
Filsafat merupakan hasil proses berpikir dalam mencari hakikat sesuatu secara sistematis, menyeluruh, dan mendasar, seperti pengetahuan tentang api, apa hakikat api, dan dari mana asal api, jadi, pengetahuan filsafat adalah mencari hakikat sesuatu sampai ke dasar segala dasar atau sedalam-dalamnya.
Manfaat filsafat sekurang-kurangnya 4 macam faedah, yaitu :
a.       Agar terlatih berpikir serius
b.      Agar mampu memahami filsafat
c.       Agar mungkin menjadi filsafat
d.      Agar menjadi warga negara yang baik
B.     Saran
kritik dan saran yang dapat membangun sangat penulis harapkan untuk kebaikan makalah ini di kemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA
Depertemen Agama, Qur’an dan Terjamahnya, (Surakarta: CV Al-Hanan)
Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
Hamersma. Harry, Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat. Yogyakarta. Yayasan Kanisius,
Haris. Abd. dan Kiva Aha Putra, 2012. Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Amzah
Khallaf. Abdul Wahhab, 1994. Ilmu Usul Fiqh, (Alih Bahasa : Moh. Zuhri dan Ahmad Qarib), Semarang : Dina Utama.
Nasution. Hasan Bakti, 2001. Filsafat Umum, Jakarta : Gaya Media, Pratama
Poerwantana dkk, 1988. Seluk Beluk Filsafat Islam. Bandung : Rosda Karya.
Rapar. Jan Hendrik, 1996. Pengantar Filsafat. Yogyakarta. Yayasan Kanisiu
University. Oxfort, 2008. Oxfort Learners Pocket Dictionary, (Oxfort University Prss
Zar. Sirojuddin 2012. Filsafat Islam, Filosof dan Filsafatnya. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,
Perkataan Hafiz Ibn Rojab, Bukhori, Ibn abbas dalam http://vb.tafsir.net/tafsir28211/#



0 komentar:

Posting Komentar