Kamis, 03 April 2014

CIRI-CIRI MEDIA PEMBELAJARAN



A.    PENDAHULUAN
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan.
Guru dengan sadar melakukan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran. Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai anak didik secara tuntas.
Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk social dengan latar belakang yang berbeda. Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik satu dengan yang lainnya, yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis.
Ketiga aspek tersebut diakui sebagai akar permasalahan yang melahirkan bervariasinya sikap dan tingkah laku anak didik disekolah. Hal itu pula yang menjadikan berat tugas guru dalam mengelola kelas dengan baik. Keluhan-keluhan guru sering terlontar hanya karena masalah sukarnya mengelola kelas.
Akibat kegagalan guru mengelola  kelas,tujan pengajaran pun sukar untuk dicapai. Hal ini kiranya tidak perlu terjadi, karena usaha yang dapat dilakukan masih terbuka lebar. Salah satu caranya adalah dengan meminimalkan jumlah anak didik di kelas. Mengaplikasikan beberapa prinsip pengelolaan kelas. Kelas adalah upaya lain yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Pendekatan terpilih mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas. Disamping itu juga, perlu memanfatkan beberapa media pendidikan yang telah ada dan mengupayakan pengadaan media pendidikan baru demi terwujudnya tujuan bersama.
Media dapat disebut Efektif jika pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan anak, kemapuan guru, materi serta kecukupan sarana dan prasarana. Jika yang empat hal ini tidak sesuai maka media yang dipilih pun tidak akan tepat.
Oleh karena itu lah tinjauan ini perlu dilakukan untuk meng identifikasi pemanfaatan media pembelajaran ini dilapangan, ter khusus untuk pembelajaran PAI bagaimana guru merencanakan, memilih, juga memanfaatkan media.
Juga, tulisan ini dibuat adalah untuk melengkapi tugas akhir mata kuliah Media Pembelajaran yang dibimbing oleh bapak C. Dr. PARIADI, S.Pd,.M.Pd.
Terima kasih yang tak terhingga terus kami sampaikan kepada beliau juga kepada kawan-kawan yang aktif dengan Mata Kuliah Media Pembelajran di Semester V PAI.
STAI YAPTIP PASBAR 10 Januari 2014

Penulis






B.     PEMBAHASAN
1.      Ciri-ciri Media Pembelajaran
Secara umum, media pembelajaran identik artinya dengan pengertian “keperagaan” yang berasal dari kata “raga” yaitu suatu bentuk dapat diraba, dilihat, didengar, diamati melalui panca indera. Dengan demikian, tekanan utama media adalah terletak pada “benda” atau “hal-hal yang dilihat dan didengar”. Media pembelajaran diguakan dalam rangka hubungan [komunikasi] dalam proses pembelajaran antara pengajar dan pembelajar.
Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di kelas maupun di luar kelas. Dalam pengertian lain, media pembelajaran merupakan suatu “perantara” [medium, media] dan digunakan dalam rangka pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian, media pembelajaran mengandung aspek sebagai alat dan sebagai teknik yang sangat erat kaitannya dengan metode mengajar .
Dari ciri-ciri yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan yang maksud dengan media pembelajaran adalah: sarana, metode, teknik untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas. Dapat dikatakan bahwa, media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan [Bovee, 1997]. Jadi, media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
 Sedangkan, pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Maka, komunikasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada bantuan sarana penyampai pesan atau yang disebut dengan “media”.
Selain ciri-ciri umum diatas, ada juga ciri-ciri umum yang lain, diantaranya:
a.       Media pembelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu suatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indera.
b.      Media pembelajaran memiliki pengertian nonfisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak) yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
c.       Penekanan media pembelajaran terdapat pada visual dan audio.
d.      Media pembelajaran memiliki pangertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
e.       Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
f.       Media pembelajaran dapat digunakan secara masal (misalnya radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder).
g.      Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.
Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan.
Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi.  berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dikelompokkan kedalam empat kelompok yaitu:
a.      Media hasil teknologi cetak
teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau photografis. Kelompok media hasil teknologi cetak antara lain: teks, grafik, foto atau representasi fotografik.
Karakteristik media hasil cetak:
1)      Teks dibaca secara linear;
2)      Menampilkan komunikasi secara satu arah dan reseptif;
3)      Ditampilkan secara statis atau diam;
4)      Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan;
5)      Berorientasi atau berpusat pada siswa;
6)      Pendekatan yang berorientasi pada siswa adalah pendekatan dalam belajar yang ditekankan pada ciri-ciri dan kebutuhan siswa secara individual. Sedang lembaga pendidikan dan para pengajar berfungsi dan berperan sebagai penunjang saja. Sistem pendekatan yang berorientasi pada siswa ini didesain sedemikian rupa. Sehingga siswa dapat belajar dengan sistem yang luwes yang diarahkan agar siswa dapat membenntuk gaya belajarnya masing-masing. Dalam hal ini guru dan lembaga berperan sebagai penunjang, fasilitator dan semangat pada siswa yang sedang belajar.
7)      Informasi dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai.

b.      Media hasil teknologi audio-visual
Teknologi audio-visual cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audiovisual. Penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar. Karakteristiknya:
1)      Bersifat linear;
2)      Menyajikan visual yang dinamis;
3)      Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang;
4)      Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak;
5)      Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif, dan
6)      Berorientasi pada guru.
Pendekatan yang berorientasi pada guru atau lembaga adalah sistem pendidikan yang konfensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh para guru dan staf lembaga pendidikan. Dalam sistemini guru mengkomunikasikan pengethuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa macam bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar yang dipakai tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan pertemuan tatap muka (face to face).

c.       Media hasil teknologi yang berdasarkan computer.
Teknologi berbasis computer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis micro-prosesor. Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajian dan tujuan yang ingin dicapai meliputi tutorial, penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihanuntuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari, dan basis data (sumber yang dapat membantu siswa menambahh informasi dan pengetahuan sesuai dengan keinginan masing-masing.
Adapun karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan computer adalah:
1)      Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear
2)      Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang
3)      Gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik
4)      Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
5)      Beroriatasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi.

d.      Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi computer
Teknologi gabungan adalah cara unntuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel (alat-alat tambahan), seperti: vidio disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.
Adapun karakteristiknya adalah:
1)      Dapat digunkan secara acak, sekuensial, linear.
2)      Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya.
3)      Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relefan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa.
4)      Prinsip ilmu kognitif dan konstruktifisme ditetapkan dalam pengembangan dan penggunaan pelajaran.
5)      Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pengetahuan itu digunakan.
6)      Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa.
7)      Bahan-bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber.
Jika dianalisa keterangan-ketrangan diatas, kemudian dikaitkan dengan Pemanfaatan Media Pembelajaran PAI yang dilakukan di SMK N 01 Sasak Ranah Pasisie, saat wawancara dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.       Pengetahuan guru PAI dalam bidang karakter dan jenis media pembelajaran dikatakan sudah memadai, sebab bukan saja beliau hanya mengenal saja, akan tetapi juga sudah pernah menggunakannya, walaupun belum semaksimal mungkin.
b.      Guru PAI SMK N 01 Sasak Ranah Pasisie lebih banyak menggunakan media yang di hasilkan teknologi cetak, tentu dengan berbagai alasan, yaitu: kekurangan sarana serta perlengkapan media pembelajaran yang masih belum memadai.

2.      Prinsip-prinsip Penggunaan Media Pendidikan Agama Islam
Apabila umat Islam mau mempelajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak zaman silam sampai sekarang ini, tentunya para pendidik itu telah mempergunakan media pendidikan Islam yang bermacam-macam, walaupun diakui media yang digunakan ada kekurangannya. Oleh karena itu, media pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur’an dan as-sunnah, tidak boleh bertentangan dengan Al¬-Qur’an dan as¬sunnah.
Prinsip-prinsip yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian  kesejahteraan manusia di dunia yaitu: Sabda Rasul yang artinya;
“Mudahkanlah, jangan engkau persulit, berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu”. (Al-Hadits ).

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk kesejahteraan hidup manusia termasuk didalamnya penyelenggaraan media pendidikan Islam harus mendasarkan kepada prinsip, yaitu:
a.       Memudahkan dan tidak mempersulit;
b.      Menggembirakan dan tidak menyusahkan.
Perinsip yang sangat mendasar ini tentu diakui oleh seluruh Guru Agama Islam, tidak terkecuali dengan Guru PAI SMK N 01 Sasak Ranah Pasisie ini, beliau mengatakan bahwa media pembelajaran ini ber fungsi untuk memudahkan penyampaian dan penerimaan pesan saat proses pembelajaran dilakukan. Sebab katanya tak dapat dipungkiri kesulitan-kesulitan bisa saja terjadi saat pembelajaran berlangsung, jika media yang dipakai tidak sejalan dengan materi yang diajarkan pada saat itu.

3.      Jenis Media Pendidikan Agama Islam
Adapun Sutari Imam Barnadib mengemukakan bahwa media pendidikan ialah tindakan atau perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Media pendidikan ternyata mencakup pengertian yang luas. Yang termasuk didalamnya berupa benda, seperti kelas, perlengkapan belajar dan yang sejenisnya.
Media ini disebut juga dengan media peraga. Sedangkan yang merupakan media bukan benda ialah dapat berupa situasi pergaulan bimbingan perintah, ganjaran teguran, anjuran serta tugas ancaman maupun hukuman.
Media pendidikan yang bersifat non materi memiliki sifat yang abstrak dan hanya dapat diwujudkan melalui perbuatan dan tingkah laku seorang pendidik terhadap anak didiknya. Diantara media dan sumber belajar yang termasuk kedalam kategori ini adalah: keteladanan, perintah, tingkah laku, ganjaran dan hukuman.
a.       Keteladanan
Pada umumnya, manusia memerlukan figure (sosok) identifikasi yang dapat membimbing manusia kearah kebenaran untuk memenuhi keinginan tersebut, untuk itu Allah mengutus Muhammad menjadi tauladan bagi manusia dan wajib diikuti oleh umatnya. Untuk menjadi sosok yang ditauladani, Allah memerintahkan manusia termasuk pendidik selaku khalifah fial-ardh mengerjakan perintah Allah dan Rasul sebelum mengajarkannya kepada ornag yang akan dipimpin. Rasullulah bersabda, yang artinya:
“Perhatikanlah anak-anak kamu dan bentuklah budi pekertinya sebaikbaiknya”.
b.      Perintah dan Larangan
Seorang muslim diberi oleh Allah tugas dan tanggung jawab melaksanakan peserta didikan “Amar ma’ruf nahi munkar”. Amar ma’ruf nahi munkar merupakan media /media dalam pendidikan. Perintah adalah suatu keharusan untuk berbuat atau melaksanakan sesuatu. Suatu perintah akan mudah ditaati oleh peserta didik jika pendidik sendiri menaati peraturan-peraturan, atau apa yang dilakukan si pendidik sudah dimiliki atau menjadi pedoman pula bagi hidup si pendidik. Sementara larangan dikeluarkan apabila si peserta didik melakukan
sesuatu yang tidak baik atau membahayakan dirinya. Larangan sebenarnya sama dengan perintah. Kalau perintah merupakan suatu keharusan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka larangan adalah keharusan untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikan.
c.       Ganjaran dan Hukuman
Maksudnya, ganjaran dalam konteks ini adalah memberikan sesuatu yang menyenangkan (penghargaan) dan dijadikan sebuah hadiah bagi peserta didik yang berprestasi, baik dalam belajar maupun sikap prilaku. Pendidik dalam pendidikan Islam yang tidak memberikan ganjaran kepada peserta didik yang telah memperoleh prestasi sebagai hasil belajar, maka dapat diartikan secara implisit bahwa pendidik belum memanfaatkan media pengajaran seoptimalnya.
Selain ganjaran, hukuman juga merupakan media pendidikan. Dalam Islam hukuman disebut dengan iqab. Abdurahman an-nahkawi menyebutkan bahwa tahrib yang berarti ancaman atau intimidasi melalui hukuman karena melakukan sesuatu yang dilarang. Sejak dahulu, hukuman dianggap sebagai media yang istimewa kedudukannya, sehingga hukuman itu diterapkan tidak hanya dibidang pengadilan raja, tetapi juga diterapkan pada semua bidang, termasuk bidang pendidikan.




4.      Deskripsi Penemuan Di Lapangan
a.      Hasil Observasi
Hasil observasi ini berupa tabel yang didapat dari pengamatan pada saat guru melaksanakan pembelajaran.
No.
Aspek Pengamatan
Pertanyaan Pemandu
PAI
Kelas XI B
Ya
Tidak
1.
Membuka Pelajaran
¨      Membuka pelajaran dengan salam dan berdo’a
¨      Guru melakukan appersepsi
¨       Guru mengabsen siswa.


2.
Penggunaan Media
¨      Guru menggunakan media dalam menyampaikan materi pembelajaran.
¨      Guru menguasai media yang digunakan dalam proses pembelajaran.
¨      Media yang digunakan sesuai dengan topik.
¨      Media yang digunakan menarik dan menyenangkan.
¨      Siswa ikut terlibat dalam penggunaan media pembelajaran


















3.
Deskripsi Media Pembelajaran
¨      Media yang digunakan bersifat sederhana dan baik.
¨      Penggunaan media mudah dimengerti oleh siswa.
¨      Media yang digunakan bersifat modern atau canggih.











b.      Alasan Menggunakan Media Pembelajaran
1.      Dilihat dari Guru
Penggunaan media pembelajaran yang dipilih guru tentunya sesuai dengan materi yang akan disampaikan untuk peserta didiknya. Di SMK N 01 Sasak Ranah Pasisie yang kami datangi, Bapak guru yang mengajar memang hanya menggunakan media papan tulis dan bahasa yang jelas saja pada saat itu, tetapi karena guru tersebut bisa menguasai kelas, jadi proses pembelajaran yang berlangsung terasa menarik dan siswa pun terlihat aktif mengikuti pembelajaran tersebut
2.      Dilihat dari Siswa
Agar siswa mampu memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan baik. Selain itu, pemilihan media pembelajaran ini dipilih agar siswa berlatih aktif dan terbiasa percaya diri dalam mengeluarkan pendapat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru
c.       Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran
·         Sebelum proses pembelajaran dimulai, guru mencoba menganalisis kemampuan dan  karakteristik masing – masing siswa.
·         Guru menyampaikan tujuan materi yang akan dicapai sebelum materi dijelaskan lebih lanjut.
·         Menerangkan dan menyampaikan materi dengan metode yang menyenangkan, sehinnga siswa merasa nyaman dan bisa berkonsentrasi mengikuti pembelajaran.
·         Kemudian memilih media pembelajaran yang akan dipilih, dan guru memilih hanya menggunakan media papan tulis sambil bermain dan membuat suasana yang menyenangkan sehingga siswa bisa aktif mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.
·         Guru memberikan pertanyaan menyeluruh agar siswa mau mencoba percaya diri dalam menjawab pertanyaan, hal ini juga sebagai evaluasi terhadap pembelajaran yang baru saja dilaksanakan.
















C.    PENUTUP
Ø  Kesimpulan
Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di kelas maupun di luar kelas. Dalam pengertian lain, media pembelajaran merupakan suatu “perantara” [medium, media] dan digunakan dalam rangka pendidikan dan  pengajaran. Dengan demikian, media pembelajaran mengandung aspek sebagai alat dan sebagai teknik yang sangat erat kaitannya dengan metode mengajar .
Jika kita lihat hasil keterangan yang didapatkan diatas dapat kita simpulkan bahwa guru tersebut memang mampu merencanakan, memilih, dan menggunakan media yang tepat dengan materi yang diajarkan. Hanya saja kendalanya adalah kekurangan sarana ataupun media yang dapat digunakan dengan semaksimal mungkin.
Ø  Saran dan Solusi
Untuk mencapai ke efektipan dan ke efesienan pembelajaran tidak dapat dipungkiri betapa pentingnya peran media yang connect dengan materi pelajaran itu, oleh karena iru, penguasaan terhadap media harus terus guru lakukan sesuai dengan teknologi yang berkembang saat ini. Agar proses pembelajaran itu meng asikkan dan tujuan pembelajaran dapoat dicapai dengan semaksimal mungkin.
Berkaitan dengan kekurangan sarana dan media yang dapat dimanfaatkan tentu hal ini kembali kepada pihak administrasi sekolah untuk terus berusaha menyediakan dan menanggulangi kekurangan-kekurangan yang terjadi. Serta kita terus berharap kepada pemimpin-pemimpin Indonesia untuk terus meningkatkan anggaran pendidikan dari APBN yang ada, agar pendidikan ini maju dan dapat bersaing dengan pendidikan-pendidikan yang diadakan diberbagai negara di Dunia Internasional.
Sebab, jika pendidikan ini terus saja dibiarkan, dan dananya dihanguskan, maka yang akan terjadi adalah lahirnya generasi-generasi yang tidak berkualitas yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin yang ada saat ini. Tentu jika hal ini terus saja terjadi dan tidak di tanggulangi dengan semaksimal mungkin, dapat diramalkan beberapa tahun yang akan datang negara tercinta Indonesia akan terpuruk dan jauh ketinggalan dari Negara-Negara Internasional lainnya.

DAFTAR RUJUKAN
Azhar, Arsad. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Fred Percival dan Henry Ellington. 1998. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga
Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sudjana, Nanna dan Ahmad Rivai. 2008. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Arsyad, Azhar, 1997. Media Pembelajaran, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar